Pages

Selasa, 21 Juni 2016

Rumah Para Boneka Pembunuh (Part 2)



Malam ini ketiga anak itu berkumpul dirumah Nadine, mereka sudah merencanakan semuanya dengan matang dari kemarin dan mempersiapkan semuanya dari pagi tadi. Bisa dibilang, mereka sudah siap dengan segala resiko, termasuk kematian mereka sendiri. Kecuali Adit, dia selalu tampak murung dan takut dari kemarin. "Baiklah, semuanya sudah siap. Saatnya, berpetualang." Jack menyeringai, Nadine menganggukan kepala. "Kalian yakin teman-teman? aku rasa ini sangat berbahaya." Adit berkata.
"Apakah semua orang Indonesia memang penakut sepertimu?" Kata Jack yang membuat Adit marah, "Apa maksudmu keparat?" Adit mendorong tubuh Jack hingga terjatuh, Jack berdiri dan hendak memukul Adit tapi dihalangi Nadine, "Kenapa kalian ini? jangan bertingkah seperti anak kecil. Kau juga Jack, jaga ucapanmu." Jack merapikan Jacketnya lalu keluar dari rumah Nadine, "Aku tunggu diluar. Kalau si pecundang itu tidak mau ikut, tidak usah dipaksa."
Nadine memandang wajah Adit yang terlihat marah, tangannya mengepal. "Adit, maafkan Jack, kau tahu sendiri dia memang bodoh dari dulu." Adit balas menatap Nadine, "Aku akan ikut. Ayo kita pergi." Adit menarik tangan Nadine keluar dari rumah.
Mereka bertiga lalu pergi dengan memakai sepeda masing-masing, jarak dari rumah Nadine ke hutan itu sekitar setengah jam perjalanan. Suasana malam itu sangatlah dingin dan gelap, bulan ditutupi oleh awan mendung yang kelam. Pepohonan tampak menari-nari dengan irama angin yang menakutkan.
Akhirnya setelah beberapa saat mereka sampai juga dirumah terkutuk itu, rumah yang katanya dihuni oleh para boneka iblis pembunuh manusia. Rumah itu tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tidak terlalu besar dan seluruhnya terbuat dari kayu yang dicat biru muda, cat itu kini sudah luntur karna usia, begitu juga kayunya yang sudah banyak bolong dan retak. Kaca-kaca jendela pecah, dan pohon-pohon yang sudah mati berada disamping kanan dan kiri pohon itu semakin membuat kesan angker.
Ketiga anak itu lalu membuka pintu rumah yang sudah tua itu, ketika melihat kedalam rumah, mereka terkejut karna ternyata rumah itu sangat rapi dan bersih. Tidak usang dan tua seperti yang terlihat diluar, bahkan lantainya yang terbuat dari kayu itu pun tidak tampak debu sama sekali, seperti ada yang tinggal disana untuk merawatnya. "Rumah ini sepertinya berpenghuni, tapi siapa orang gila yang berani tinggal disini?" Tanya Jack, Nadine tidak menjawab, begitupun Adit. Kemudian ketiga anak itu masuk lebih dalam, mereka menuju ruang tengah yang lumayan besar. Namun tiba-tiba pintu tempat mereka masuk tadi tertutup sendiri dengan keras, lalu terkunci dari luar, begitu juga dengan jendelanya, ketiga anak itupun terkejut bahkan Nadine berteriak kencang. Tak lama setelah itu terdengar suara beberapa orang tertawa, suara anak kecil, dan suara berat yang seperti berbisik. Belum lagi suara langkah kaki yang membuat lantai kayu itu berdecit.
Kemudian muncul 4 buah boneka dari arah belakang mereka, boneka-boneka itu menyeringai, "Hai.. terima-kasih telah berkunjung." ucap salah satu boneka yang memegang sebuah parang kecil. Lalu boneka lain bersiul dan datanglah boneka yang lebih banyak lagi, mereka semua memegang sebuah senjata tajam ditangan kecil mereka...

~Bersambung...

1 komentar:

Disqus Shortname

Comments system