Pages

Kamis, 30 Juni 2016

Crowbar Killer, Satu Dari 7 Psikopat





Andi dari luar tampak seperti seorang remaja normal kebanyakan, yang membedakan hanyalah, dia seorang yang sangat dingin dan tertutup. Andi bertubuh tinggi sekitar 180cm dan bertubuh agak kurus, wajahnya yang tampan menjadi menakutkan karna dia selalu terlihat cemberut dan sangat jarang tersenyum, dia hanya tersenyum ketika melihat ada orang yang sedang tersiksa atau saat sedang membunuh hewan. Menyiksa dan membunuh hewan memang adalah hobi dari remaja berusia 20 tahun ini, yang paling sering menjadi korbannya adalah anjing dan tikus.
Andi sekarang menjadi mahasiswa dikampus ternama dan prestasinya sangat luar biasa karna otaknya yang cerdas, selain itu dia juga bekerja paruh waktu sebagai seorang pelayan di sebuah kafe. Sebenarnya itu adalah kafe milik pamannya, kedua saudaranya juga bekerja disana, adik laki-lakinya menjadi seorang kasir, dan kakak perempuannya sebagai manager kafe.
Belakangan di kota tempat Andi tinggal, banyak kasus pembunuhan aneh terjadi, ditambah lusa kemarin sudah ada setidaknya 10 orang yang mati dengan cara mengenaskan. Mereka semua rata-rata mati dengan tubuh yang hancur seperti kena hantam benda yang sangat keras, begitupun kepala mereka, hancur hingga berkeping-keping. Namun yang menjadi tanda tanya adalah, si pembunuh ini selalu memberikan "kenang-kenangan" berupa selembar surat didekat korbannya, dan isi surat itu selalu seperti ini:

"Aku adalah keadilan, aku menciptakan keadilan menurut caraku, kalau kalian para penegak keadilan palsu membenciku, kutantang kalian untuk mencariku.

-Crowbar killer".

Dan surat itu ditemukan pada 10 korban yang tewas tersebut. Sampai sekarang polisi setempat dibuat bingung dengan kasus ini, si pembunuh sama sekali tidak meninggalkan jejak apapun untuk dilacak selain selembar surat tersebut.
Malam ini Andi yang baru saja pulang kerumah setelah bekerja langsung masuk ke kamarnya dengan terburu-buru, "Dek, gimana kerjanya hari ini?" Putri kakaknya bertanya, namun Andi tidak menggubrisnya, dia tetap jalan dengan terburu-buru menuju kamarnya. Putri yang tidak masuk kerja karna sakit, sudah paham betul dengan sifat adiknya yang satu ini. Dia memang pendiam dan cuek semenjak kecil.
Begitu sampai kamar Andi langsung mengunci pintunya, dia lalu berkemas, mengganti pakaian dengan sebuah jacket hoodie panjang berwarna hitam yang merupakan pakaian favoritnya, ditambah celana jeans kehijauan.
Andi memeriksa sekali lagi tas nya, untuk mengecek isinya. Ternyata masih ada, senjata favoritnya masih ada, sebuah linggis kecil yang tidak berkarat sedikitpun. Andi kemudian membuka laptopnya dan sekali lagi membaca sebuah profil seorang pejabat yang katanya meng-korupsi uang di kota lain. Andi tersenyum ketika membacanya, senyum seorang pembunuh, "Hari ini kau akan bertemu penciptamu, sialan." Andi berkata pelan pada dirinya sendiri.
Dikeheningan malam tampak sebuah mobil melewati jalanan yang sepi penduduk, karna selain rusak jalan ini memang sangat ditakuti karna banyak kasus perampokan sampai pembunuhan. Namun pak Joni yang sudah terlambat pulang ini terpaksa mengambil jalan pintas agar cepat sampai rumah, takut istrinya marah-marah. Pak Joni pulang terlambat bukan tanpa alasan, dia barusan sedang bercinta dengan selingkuhannya disebuah hotel. "Sial, ayolah mobil keparat, cepat sedikit." Pak Joni memukul-mukul stir mobilnya. Namun dia terkejut begitu mendapati seseorang tengah berdiri ditengah jalan, dia pun memberhentikan mobilnya dengan paksa hingga menimbulkan bunyi berdecit yang keras dari bannya.
Pak Joni lalu membuka jendela dan berteriak, "Woy manusia setan! kalau mau mati jangan disini!" Namun orang yang diteriaki seperti tidak perduli, dari balik kegelapan malam pun dapat terlihat kalau orang yang berpakaian gelap ini sedang tersenyum sambil memegang sebuah linggis. Pak Joni yang tadinya marah-marah sekarang mulai merasa takut, dia bolak-balik membunyikan klakson namun orang itu tetap tidak perduli. Orang yang berpakaian gelap itu adalah Andi, dia juga merupakan pembunuh dari ke-10 orang lainnya. Orang-orang yang dibunuh Andi adalah penjahat-penjahat yang harusnya dipenjara namun tetap bebas karna mereka memiliki uang untuk menyuap hakim dan aparat lain. Andi kemudian berlari menuju pak Joni, pak Joni dengan cepat menutup kembali jendelanya namun dipecahkan oleh Andi. Teriakan pak Joni tidak akan terdengar oleh siapapun karna malam itu sangat sunyi, tidak ada satupun manusia disana kecuali mereka berdua. Andi yang tidak suka berbasa-basi ini lalu bertubi-tubi memukul kepala pak Joni dengan linggisnya hingga bukan saja kaca jendela yang pecah, namun juga kepala pak Joni. Mobil itu kini dipenuhi oleh darah kental dan ceceran otak. Andi yang belum puas membuka pintu itu dan kembali memukul tubuh pak Joni hingga hancur dan bolong-bolong. Andi yang sudah puas pun lalu pergi meninggalkan mayat pak Joni bersama selembar surat seperti tidak terjadi apapun.
Besoknya tempat itu sudah ramai akan lautan manusia yang penasaran dengan mayat pak Joni yang sudah dikerubungi semut dan belatung, termasuk juga beberapa polisi yang sebelumnya sudah sering membaca surat-surat itu, "Kira-kira siapa manusia gila ini?" Tanya seorang polisi, "Yang pasti dia adalah seorang pembunuh dan orang yang sangat cerdas. Tidak ada satupun jejaknya disini." Jawab polisi lain...

~Tamat

(Crowbar Killer akan muncul kembali dalam cerbung berjudul "7 Psikopat")

2 komentar:

  1. Ntap. At least Si Andi ini pembela kebenaran :v jadi dia bukan tokoh antagonis dong? :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. dia, Cindy the knife girl, ama si Cool Skull jadi baik ntar :3

      Hapus

Disqus Shortname

Comments system